MAN Salatiga – Atmosfer kompetisi akademik tingkat provinsi mulai terasa menjelang pelaksanaan babak final Olimpiade Sains Madrasah (OSMA) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Ajang bergengsi yang menjadi wadah bagi siswa-siswi madrasah terbaik se-Jawa Tengah ini akan mencapai puncaknya pada Sabtu, 23 Mei 2026, dengan pelaksanaan serentak di 35 titik lokasi yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah.
Sebagai salah satu madrasah unggulan di Jawa Tengah, MAN Salatiga mendapat kehormatan menjadi lokasi utama penyelenggaraan pembukaan babak final OSMA Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Kegiatan pembukaan direncanakan akan dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, bersama jajaran pimpinan Kementerian Agama dan para pemangku kepentingan pendidikan madrasah.
Menjelang pelaksanaan kegiatan, berbagai persiapan teknis terus dimatangkan guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, tertib, dan sukses. Pada Jumat (22/5/2026), Ketua Tim Kerja Kurikulum dan Kesiswaan Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Juair, melakukan kunjungan langsung ke MAN Salatiga untuk meninjau kesiapan sarana, prasarana, serta pelaksanaan teknis kegiatan.
Dalam kunjungan tersebut, Juair didampingi oleh tim dari Kanwil Kemenag Jawa Tengah dan disambut oleh Kepala MAN Salatiga beserta jajaran panitia pelaksana. Peninjauan dilakukan secara menyeluruh mulai dari ruang registrasi peserta, laboratorium komputer yang akan digunakan sebagai lokasi kompetisi, ruang transit tamu undangan, aula utama, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Juair menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada MAN Salatiga atas kesiapan dan komitmennya dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan OSMA tingkat provinsi. Menurutnya, berbagai fasilitas yang telah dipersiapkan menunjukkan kesungguhan madrasah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi peserta maupun tamu undangan.
“Terima kasih kepada pihak MAN Salatiga yang telah memberikan pelayanan terbaik dan mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan dengan sangat baik. Sarana laboratorium komputer telah siap digunakan, fasilitas transit tamu juga telah dipersiapkan dengan optimal. Kami berharap kondusivitas yang sudah terbangun ini dapat terus dijaga sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan khidmat, lancar, dan sukses,” ungkap Juair.
Ia menambahkan bahwa OSMA bukan sekadar ajang perlombaan akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan budaya ilmiah, kreativitas, serta semangat kompetisi yang sehat di kalangan peserta didik madrasah. Oleh karena itu, seluruh aspek penyelenggaraan harus dipersiapkan secara maksimal agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta.
Sementara itu, Kepala MAN Salatiga, Munawir, menyatakan kesiapan penuh madrasah dalam menyambut pelaksanaan babak final OSMA Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Menurutnya, menjadi tuan rumah kegiatan tingkat provinsi merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
“Kami merasa bangga dan bersyukur karena MAN Salatiga dipercaya menjadi lokasi utama pembukaan OSMA Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Seluruh unsur madrasah telah bekerja sama untuk mempersiapkan kegiatan ini secara maksimal. Berbagai kebutuhan teknis maupun nonteknis terus kami koordinasikan bersama tim dari Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah,” jelas Munawir.
Lebih lanjut, Munawir menjelaskan bahwa sejumlah tamu penting dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga beserta para kepala seksi, para kepala madrasah anggota Kelompok Kerja Kepala Madrasah Aliyah (KKMA), serta para peserta dan guru pendamping yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
“Tamu yang hadir berasal dari Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Kakankemenag Kota Salatiga, para kepala seksi, kepala madrasah anggota KKMA, serta sekitar 45 peserta finalis beserta guru pendamping mereka. Oleh karena itu, kami memastikan seluruh kebutuhan akomodasi, fasilitas, dan alur kegiatan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Setelah melakukan peninjauan lapangan, tim dari Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah bersama panitia MAN Salatiga melanjutkan koordinasi di Aula Utama. Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan teknis pelaksanaan acara, mekanisme kedatangan tamu undangan, tata tempat, alur registrasi peserta, serta berbagai skenario yang diperlukan untuk mengantisipasi kendala selama kegiatan berlangsung.
Tidak hanya melakukan rapat koordinasi, panitia juga menggelar gladi dan simulasi acara sebagai bagian dari langkah akhir pemantapan persiapan. Gladi tersebut melibatkan seluruh unsur yang bertugas dalam penyelenggaraan acara, mulai dari protokol, penerima tamu, petugas registrasi, operator teknologi informasi, hingga tim dokumentasi dan publikasi.
Sebagai ajang kompetisi akademik tertinggi tingkat madrasah di Jawa Tengah, OSMA menjadi wadah strategis untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi peserta didik dalam bidang sains. Melalui kompetisi ini, para siswa tidak hanya diuji kemampuan akademiknya, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan mampu bersaing secara sehat di tingkat yang lebih tinggi.
Penyelenggaraan final OSMA Tahun 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi madrasah yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berkarakter kuat, serta memiliki daya saing tinggi di era global. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah melalui penguatan budaya akademik dan pengembangan prestasi peserta didik.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, seluruh panitia optimistis pelaksanaan Final Olimpiade Sains Madrasah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 akan berlangsung sukses dan menjadi momentum penting dalam mendorong lahirnya calon-calon ilmuwan muda dari madrasah yang siap mengharumkan nama Jawa Tengah di tingkat nasional maupun internasional.
Semangat kompetisi, integritas, dan sportivitas diharapkan menjadi nilai utama yang mewarnai pelaksanaan OSMA tahun ini, sekaligus memperkuat posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam prestasi akademik, karakter, dan inovasi.