MAN Salatiga – Asrama Tahfizh Ulul Albab MAN Salatiga kembali menyelenggarakan kegiatan Intensifikasi Tahfizh dan Ujian Tahfizh Akhir Tahun sebagai bagian dari komitmen madrasah dalam membentuk generasi Qur’ani yang unggul, berkarakter, dan berprestasi. Kegiatan ini menjadi agenda penting yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian target hafalan Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana pembinaan spiritual, mental, dan kedisiplinan para santri.
Program Intensifikasi Tahfizh dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Kamis dan Jumat, 14–15 Mei 2026. Kegiatan ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan masa libur madrasah agar tetap produktif dan bernilai ibadah. Selama kegiatan berlangsung, para santri mengikuti berbagai sesi muroja’ah terstruktur, setoran hafalan, pembinaan motivasi, serta pendampingan intensif bersama para musyrif dan pembimbing tahfizh.
Kepala Asrama Tahfizh Ulul Albab menyampaikan bahwa program intensifikasi merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan santri menghadapi Ujian Tahfizh Akhir Tahun. Melalui kegiatan ini, para santri diberikan kesempatan untuk memperkuat hafalan yang telah dicapai, memperbaiki bacaan sesuai kaidah tajwid, serta meningkatkan kualitas muroja’ah sehingga hafalan menjadi lebih kokoh dan terjaga.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga harus dijaga dan diamalkan. Karena itu, intensifikasi tahfizh menjadi momentum penting untuk memastikan hafalan santri semakin kuat sebelum menghadapi ujian akhir tahun,” ujarnya.
Setelah pelaksanaan intensifikasi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Ujian Tahfizh Akhir Tahun yang berlangsung mulai tanggal 14 hingga 26 Mei 2026. Ujian ini merupakan evaluasi komprehensif terhadap capaian hafalan santri selama satu tahun pembelajaran. Penilaian dilakukan secara menyeluruh, meliputi aspek kelancaran hafalan, ketepatan makharijul huruf, penerapan hukum tajwid, kekuatan muroja’ah, serta kemampuan santri dalam mempertahankan hafalan secara berkelanjutan.
Menariknya, pelaksanaan ujian tahfizh tahun ini menghadirkan inovasi baru yang belum pernah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, Asrama Tahfizh Ulul Albab MAN Salatiga menyelenggarakan Ujian Tahfizh Terbuka yang dapat disaksikan oleh masyarakat luas melalui siaran langsung (live streaming) di kanal YouTube MAN Salatiga.
Dalam sistem ujian terbuka tersebut, setiap santri diwajibkan memilih minimal satu juz hafalan untuk diuji secara terbuka di hadapan publik. Penguji dapat memberikan pertanyaan sambung ayat, menyebutkan potongan ayat secara acak, maupun meminta santri melanjutkan bacaan dari berbagai posisi dalam juz yang dipilih. Konsep ini bertujuan untuk menguji kekuatan hafalan sekaligus melatih mental, rasa percaya diri, dan kesiapan santri ketika tampil di hadapan masyarakat.
Adanya ujian terbuka juga menjadi sarana transparansi program tahfizh kepada orang tua dan masyarakat. Melalui siaran langsung tersebut, orang tua dapat menyaksikan secara langsung perkembangan hafalan putra-putrinya, sementara masyarakat dapat melihat proses pendidikan Al-Qur’an yang berlangsung di lingkungan MAN Salatiga.
Meskipun demikian, sistem ujian tertutup tetap dilaksanakan sebagaimana biasanya. Pada sesi ini, santri menjalani ujian secara langsung di hadapan pembimbing tahfizh dalam suasana yang lebih teknis dan mendalam. Ujian tertutup memungkinkan penguji melakukan evaluasi secara detail terhadap kualitas hafalan, ketepatan bacaan, serta aspek-aspek teknis lainnya yang memerlukan penilaian lebih terukur.
Para pembimbing tahfizh menyambut baik inovasi ujian terbuka tersebut. Selain memberikan pengalaman baru bagi santri, kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar dan semangat menghafal Al-Qur’an. Santri terdorong untuk mempersiapkan hafalannya dengan lebih serius karena hasil yang ditampilkan tidak hanya dinilai oleh penguji, tetapi juga dapat disaksikan oleh orang tua dan masyarakat luas.
Selama pelaksanaan kegiatan, suasana asrama tampak penuh semangat dan kekhusyukan. Para santri memanfaatkan setiap waktu untuk memperbanyak muroja’ah, memperbaiki bacaan, dan saling menyimak hafalan antar teman. Semangat kebersamaan dan budaya saling mengingatkan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan tahfizh yang berlangsung.
Melalui kegiatan Intensifikasi Tahfizh dan Ujian Tahfizh Akhir Tahun ini, MAN Salatiga berharap dapat melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya unggul dalam jumlah hafalan, tetapi juga memiliki kualitas bacaan yang baik, kedisiplinan tinggi, akhlak mulia, serta kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen MAN Salatiga dalam mendukung visi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam prestasi, berkarakter Islami, dan berwawasan global.
Dengan semangat “Menjaga Al-Qur’an untuk Membangun Peradaban”, seluruh rangkaian kegiatan diharapkan menjadi sarana pembentukan karakter Qur’ani yang kuat, sehingga para santri mampu menjadi generasi yang membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan pribadi, masyarakat, maupun masa depan bangsa.