Tasyakur Milad ke-36 MAN Salatiga: Menguatkan Iman dan Prestasi

milad

MAN Salatiga – MAN Salatiga berdiri sejak 25 April 1990 terus meneguhkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan berkarakter. Memasuki usia ke-36, Kamis (30/04/2026), MAN Salatiga menggelar kegiatan tasyakur dan muhasabah yang diikuti oleh guru, tenaga kependidikan, serta murid kelas X dan XI.

Kegiatan diawali tadarus Al-Qur’an oleh seluruh murid di kelas masing-masing hingga khatam 30 juz, didampingi wali kelas. Selesai tadarus dilanjutkan salat Dhuha berjamaah dan khotmil Qur’an di Masjid madrasah.

Milad tahun ini mengambil tema “Bersinergi dalam Iman, Berprestasi dalam Aksi: 36 Tahun MAN Salatiga”. Tausiyah oleh KH Solikin Zabinov, S.Pd. diikuti seluruh murid secara terpisah, murid putra di masjid dan putri di aula melalui siaran langsung.

Kepala MAN Salatiga, Dr. H. Munawir, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa milad memiliki tiga makna penting yaitu sebagai wujud rasa syukur, sarana muhasabah dan doa bersama. Ia mengajak seluruh warga madrasah senantiasa bersyukur seraya menghargai jasa para pendahulu, bermuhasabah meningkatkan kualitas diri, serta mengiringi setiap ikhtiar dengan doa. “Mari kita terus menjadi hamba yang pandai bersyukur agar keberkahan selalu membersamai kita, memperbanyak introspeksi perbaikan kualitas diri, serta berdoa agar setiap langkah bernilai ibadah dan mendapat pertolongan Allah SWT,” ujarnya.

Beliau berharap MAN Salatiga senantiasa dalam keberkahan Allah SWT, dengan murid yang sehat, berakhlak baik, berprestasi, serta seluruh warga madrasah rukun dan kompak demi kejayaan madrasah.

Dalam tausiyahnya, KH Solikin menekankan pentingnya sinergi iman yang tercermin melalui hati, lisan, dan perbuatan. Ia juga mengingatkan, keberkahan ilmu terletak pada adab dan penghormatan kepada guru, serta pentingnya membangun harmoni tanpa merasa lebih unggul satu sama lain.

“Perkuat iman, teguhkan tawakal, disiplin ibadah, cintai Al-Qur’an, dan biasakan bersedekah. Dari situlah lahir prestasi yang sesungguhnya, bukan hanya capaian akademik, tetapi bukti nyata keimanan dalam setiap tindakan,” ungkapnya di akhir tausiyah.