BeritaMANSa – Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Salatiga, Sabtu (17/01/2026), menjadi ruang penguatan profesionalisme guru melalui kegiatan In House Training (IHT) Implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Kurikulum Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh bapak dan ibu guru sebagai bagian upaya madrasah dalam meningkatkan mutu pembelajaran bermakna dan berdampak bagi murid.
Kepala MAN Salatiga, Dr. H. Munawir, S.Ag., M.Pd., membuka kegiatan sekaligus memberikan sambutan. Dalam arahannya, beliau menegaskan, “IHT Penguatan Implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025 ini merupakan bagian dari tindak lanjut hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan proses belajar mengajar agar benar-benar membawa perubahan positif secara berkelanjutan.”
Lebih lanjut, Kepala Madrasah menekankan bahwa keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas proses belajar mengajar. “Ruh pendidikan adalah proses pembelajaran. Jika proses itu tidak berjalan bermakna dan berdampak, maka harus kita perbaiki. Kegiatan penguatan ini merupakan ikhtiar madrasah untuk meningkatkan komitmen dan kompetensi guru dalam melayani murid,” tegasnya.
Beliau juga menyampaikan indikator pendukung keberhasilan pembelajaran, meliputi 1) Penerapan metode yang tepat, 2) Komunikasi efektif dan bermakna, 3) Manajemen kelas yang baik, 4) Penguatan hubungan emosional dengan murid, 5) Pemanfaatan teknologi, serta 6) Evaluasi dan umpan balik sebagai dasar tindak lanjut.
Menutup sambutannya, beliau berpesan, “Mari kita berikhtiar bersama menghadirkan pembelajaran yang sadar, bermakna, dan berpusat pada murid sebagai wujud tanggung jawab profesional kita.”
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni H. Juair, M.M., M.Si., yang memaparkan sosialisasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025, serta H. Shofar Sholahudin Bisri, M.Ag., yang menyampaikan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mandiri, dan dilanjutkan praktik desain serta implementasi kegiatan pembelajaran. (HumasMANSa)