Pengecoran Pertama Tiang Pancang Masjid Darussalam MAN Salatiga

Diposting pada: 2016-05-07, oleh : M. Waston A, M.Pd, Kategori: Pembangunan Sekolah

Masjid adalah tempat yang paling Allah senangi di muka bumi ini. Maka sebagaimana Allah amat mencintai masjid, maka sudah barang tentu Allah amat ridho dengan hambaNya yang bermurah hati menyisihkan harta atau jerih payahnya, untuk membangun tempat yang paling disenangi oleh Rabbul’aalamin tersebut. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda;

Tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar.” (HR. Muslim. Dari Abu Hurairah).

Dengan membangun masjid akan terpancar syiar Islam dan Iman, kebersamaan kaum muslimin dalam sholat jama’ah, tempat untuk mengagungkan nama Allah dalam sujud dan ruku’, serta menjadi madrasah bagi kaum muslimin; dengan majlis-majlis ilmu di dalamnya.

Bertepatan dengan HAB (Hari Amal Bhakti) Kementerian Agama pada tanggal 3 Januari 2016, diadakan pengecoran tiang pertama pembangunan Masjid Darussalam di lokasi kampus MAN Salatiga.

Konsep pembangunan masjid terpadu sekaligus menjadi perpustakaan, pusat kajian, dan pengetahuan Islam dikembangkan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Salatiga dengan mendirikan Masjid Darussalam. Masjid tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan siswa dan guru dalam mengembangkan ilmu Islam, sebagaimana yang telah dilakukan cendekiawan Muslim Timur Tengah.

Hal itu disampaikan Kepala MAN Salatiga Drs. H. Sudar, M.Ag saat pengecoran tiang pertama Masjid Darus Salam di kompleks MAN Salatiga, Minggu (3/1) lalu. ”Masjid Darus Salam terdiri atas tiga lantai, yakni lantai satu untuk perpustakaan. Lalu lantai dua dan tiga untuk tempat ibadah, laboratorium keislaman, ruang pertemuan, dan ruang ekstrakurikuler keagamaan,” kata beliau.

Menurutnya, dengan konsep pembangunan tersebut, maka keinginan agar masjid tidak sekadar tempat ibadah saja tetapi juga sebagai pusat keislaman bisa terealisasi. Adapun pembangunan masjid senilai Rp 2,6 miliar itu dipadukan dengan bangunan baru MAN yang masih dalam taraf pengerjaan.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Salatiga H. Wuryadi menjelaskan, masjid di lembaga pendidikan seperti MAN Salatiga harus bisa menjadi tempat membentuk keimanan seperti halnya Masjidil Haram di Makkah. Lalu bisa menjadi masjid pusat pengamalan keimanan seperti Masjid Nabawi (Madinah) dan mampu menjadi tempat perjuangan seperti halnya Masjid Al Aqsa (Palestina). Masjid Darus Salam juga harus bisa dipakai siapa saja, tidak harus guru dan siswa MAN Salatiga saja.


Print BeritaPrint PDFPDF
Terima kasih telah berkunjung di Website Kami, semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi Anda.

Ingin berlangganan artikel edukasi GRATIS ke email anda, subscribe email anda dibawah ini.

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar Anda


Nama*
Email* Tidak akan diterbitkan
Url  Ketik tanpa http:// contoh :www.kejari.com
Komentar*
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Forum Multimedia Edukasi  www.formulasi.or.id



www.m-edukasi.web.id blog guru